Rabu, 14 September 2011

Korban Puting Beliung Terus Bertambah

sumber : Padang Ekspres • Berita Peristiwa • Selasa, 13/09/2011


Pengurus Partai Amanat Nasional dan Partai Demokrat Payakumbuh, sama-sama menyalurkan bantuan untuk korban bencana puting-beliung di Kecamatan Payakumbuh Timur, Senin (12/9). Siapa mau menyusul?

Bantuan dari PAN diantar ketuanya Chandra Setipon bersama sekretaris Masrul Malik, wakil ketua Desfen Alweri dan Daryono, wakil sekretaris Ismail MY dan Syafrudin, serta anggota Fraksi PAN asal Payobasuang, Hurisna Jamhur.

Selain itu juga hadir empat ketua dewan pimpinan cabang PAN. Mereka, Edwin Rozario dan Bambang Safari (Payakumbuh Timur), Alnoferi Datuak Rajo Mangkuto (Payakumbuh Utara),  M Yusuf (Lamposi Tigo Nagari), dan Bobby K Busra (Payakumbuh Barat).

“PAN prihatin dengan musibah hujan es disertai angin puting-beliung yang terjadi pada 5 kelurahan di Payakumbuh Timur. Makanya, Ketua DPW PAN Sumbar M Asli Chaidir, langsung meminta kami menyerahkan bantuan Rp5 juta,” ujar Chandra.

Adapun bantuan dari Partai Demokrat Payakumbuh, diserahkan ketuanya Wilman Singkuan Datuak Parpatiah, bersama kader Partai Demokrat di DPRD  Efri “Abang” dan Syaiful Anwar.

Di samping mereka juga datang sejumlah pengurus Partai Demokrat. Di antaranya, Aswita, Neneng Suryati Ningsih, Djasnimar Djuragan Model, Novi Metrina, Riri Wilson, dan Djun Ja’afar.

“DPC Partai Demokrat prihatin dan peduli, dengan musibah puting-beliung. Setelah berkoordinasi dengan ketua DPD Partai Demokrat terpilih Pak Josrizal Zain dan fraksi Partai Demokrat DPRD Sumbar, kami sepakat menyerahkan bantuan Rp5 juta,” ujar Wilman.

Selain itu, juga datang bantuan dari anggota Fraksi Partai Demokrat di DPRD. Awalnya, fraksi membantu Rp1,5 juta. Namun saat penyerahan, Wilman mengeluarkan kocek dari sakunya Rp1 juta, sehingga menjadi Rp2,45 juta.

Dengan demikian,  total bantuan dari Partai Demokrat Payakumbuh menjadi Rp7,5 juta. “Ini baru tahap awal. Setelah ini, DPD dan DPP Partai Demokrat Sumbar bisa jadi juga menyerahkan bantuan untuk korban puting-beliung,” kata Wilman.

Ketua Kerapatan Adat Nagari (KAN) Payobasuang Wirianto Datuak Paduko Basa Marajo yang mewakili korban puting-beliung mengapresiasi kepedulian PAN dan Partai Demokrat.

“PAN dan Partai Demokrat, pihak pertama yang menyerahkan bantuan berupa uang, untuk puting-beliung. KAN Payobasuang salut dengan kepedulian kedua partai politik ini,” ujar Wirianto yang juga pengurus KONI Limapuluh Kota.

Camat Payakumbuh Timur Dafrul Pasi saat menerima bantuan juga menyampaikan terima kasih. Menurut Dafrul Pasi, kerugian akibat hujan es disertai puting-beliung di wilayahnya, kini terus bertambah.

“Jika sebelumnya bangunan yang rusak akibat puting-beliung baru mencapai 108 unit, maka kini menjadi 128 unit bangunan. Rinciannya, rumah 97 unit, pondok batu-bata 9 unit, bengkel 3 unit, ricemilling 2 unit, kandang ayam potong 2 unit, dan pabrik kertas telur 1 unit,” jelasnya.

Kepala Dinsosnakertrans Payakumbuh Adrian yang hadir saat penyerahan bantuan mengatakan, pihaknya juga telah menerima bantuan tanggap darurat dari BPBD Sumbar.

Sedangkan nilai kerugian akibat puting-beliung masih dalam pendataan Dinas PU Payakumbuh. “Karena kita tak punya kompetensi, maka pendataaan rumah rusak akibat puting beliung dilakukan Dinas PU. Kita masih menunggu,” ujar Dafrul. (***)

18 PEJABAT PEMKO DILANTIK

sumber : Padang Ekspres • Berita Pemerintahan • Rabu, 14/09/2011


Pasangan kepala daerah Payakumbuh Josrizal Zain-Syamsul Bahri atau populer dengan sebutan Joss, melantik 18 pejabat di Balai Kota Bukiksibaluik, Selasa (13/9) pagi. Mereka yang dilantik terdiri dari 4 pejabat eselon II, tiga pejabat eselon III, dan sepuluh eselon IV.

Pejabat eselon II yang dilantik adalah Adrian sebagai Kadis Sosnakertrans, Indra Syofyan sebagai Kadiskop UKM dan Perindag, Yummardius sebagai staf wali kota bidang hukum dan poltik, serta Hendri sebagai staf ahli walikota bidang pemerintahan.

Sedangkan pejabat eselon III yang dilantik adalah Dafrul Pasi sebagai Kabag Adum, Syamsurial sebagai Kakan Lingkungan Hidup, Refdinal sebagai Sekretaris Dinas PU, dan Onwilson Wendendi sebagai Kabid Fisik dan Prasarana (selengkapnya lihat grafis).

Josrizal berharap, 18 pejabat yang dilantik, diharapkan membawa perubahan kinerja, sesuai keinginan masyarakat. “Mereka juga kita minta menyesuaikan diri dan segera memacu kinerja, untuk kemajuan Payakumbuh,” ujarnya.

Selepas melantik pejabat Josrizal menghubungi Padang Ekspres. Ketua Partai Demokrat Sumbar itu memastikan, tidak ada pejabat yang nonjob atau mengalami penurunan jabatan di Payakumbuh. “Dalam menentukan pejabat, kita memang berbeda dengan daerah lain. Kita tidak ingin, ada pejabat yang nonjob, tanpa pertimbangan jelas,” ucapnya.

Josrizal juga meyakini, perencanaan pengembangan karier pegawai di Payakumbuh lebih jelas. Di Payakumbuh, Majelis Pertimbangan PNS di bawah pimpinan Sekko Irwandi, benar-benar bekerja dalam menilai atau mengontrol pegawai dan pejabat. Sehingga dengan demikian, tidak banyak pejabat yang menjadi korban dalam setiap kali mutasi.

“Kita berani menjamin, di Payakumbuh tidak ada pejabat yang demosion (turun pangkat). Sebab suka atau tidak, kita menyadari, jabatan merupakan kehormatan dan harga diri bagai pegawai. Kepala daerah memang diberi kewenangan, tapi tak boleh sewenang-wenang,” tegas Josrizal.

Terhadap staf ahli yang dilantik, Josrizal memastikan dirinya bukan memarkirkan pejabat bersangkutan. Sebaliknya, staf ahli yang kini berjumlah tiga orang, pejabat pilihan yang dinilai punya kemampuan khusus, terutama dalam soal-soal pengambilan kebijakan yang begitu krusial.

“Staf ahli benar-benar kita perlukan, untuk membantu tugas-tugas kepala daerah dalam pengembilan kebijakan, sesuai dengan ketentuan undang-undang yang berlaku. Jadi, jangan ada pula yang mengira, staf ahli adalah jabatan parkiran,” tukasnya. (frv)

TIM PENILAI KOTA SEHAT PUSAT DI PAYAKUMBUH

sumber : payakumbuhkota.go.id


Tim Penilai Kota Sehat Pusat dari Jakarta, Rabu dan Kamis (13-14/9) berada di Kota Payakumbuh. Tim berjumlah tiga personil, staf Kementerian Kesehatan RI, Nanang Besmanto, Budi Santosa dan Basri serta didampingi Santi Laria dari Bangda provinsi itu, bakal menentukan, apakah Kota Payakumbuh mampu merebut gelar Kota Sehat Swastisaba Wistara atau tingkat Pengembangan tahun 2011, seperti pernah diraih kota ini, tahun 2009.

Pasangan Walikota H. Josrizal Zain dan Wawako H. Syamsul Bahri, jauh hari sudah mewanti-wanti jajaran Dinas Kesehatan beserta seluruh stakholder, agar mampu mempertahankan gelar bergengsi tersebut. “Gelar Kota Sehat Swastisaba Wistara kedua harus menjadi milik Kota Batiah, sebagai bukti prilaku hidup sehat di tengah masyarakat, benar-benar telah membudaya,” ingat Josrizal.

Di Payakumbuh, tim meninjau kondisi pasar tradisional, di Pasar Ibuh. Pasar Sehat kebanggaan warga Luak Limopuluah ini, diakui tim penilai, sebuah pasar tradisional yang sudah terkelola baik dan tampak bersih dan sehat. “Kita minta pemko mempertahankan dan meningkatkan ketertiban, kebersihan dan keindahan Pasar Ibuh terus menerus. Sehingga, warga yang datang, terasa nyaman, bagaikan berbelanja pada pasar modern, seperti plaza atau mal,” ucap salah seorang tim penilai, Budi Santosa.

Selain berkunjung ke Pasar Ibuh, setelah bertatap muka dengan Wakil Walikota H. Syamsul Bahri, Sekdako H. Irwandi, Asisten I Drs. Richard Moesa, Asisten II Ir. H. Yanuar, pimpinan SKPD terkait dan jajaran Dinkes serta Forum Kota Sehat, tim berkunjung ke peternakan dan prosesi pengeringan ikan lele kering di Kelurahan Talang, Payakumbuh Barat.

Setelah itu, tim juga berkunjung ke Sub Terminal Agrobisnis (STA) Kotopanjang Lampasi, biogas Kelompok Ternak Tepian Agam di Koto Baru Payobasung dan STA Baliak Mayang di Padang Alai, Bank Sampah SDN 66 Labuh Baru, Forum Kota Sehat Kecamatan Payakumbuh Timur di Balai Batimah Tiakar, Kelurahan Sehat berbasis masyarakat di Koto Tuo, Payakumbuh Selatan.

Tim mengakhiri kunjungan di Kelurahan Padang Tiakar Hilir, Payakumbuh Timur, melihat seluruh kegiatan pemberdayaan masyarakat, seperti kelompok Posyandu, kelompok pengajian Yasin, Lansia dan seluruh anggota forum kota sehat yang selama ini komit dengan Kota Sehat. Selama melakukan kunjungan di lapangan, didampingi Wawako Syamsul Bahri dan Kadinkes dr. Hj. Merry Yuliesday, MARS, tim tampak puas dengan usaha pemko membudayakan hidup bersih dan sehat di tengah masyarakat, dengan berbagai program terpadu dan dan dukungan dana yang cukup memadai.

“Kami tim penilai, memberikan apresiasi yang tinggi buat pemko, jajaran Dinkes serta seluruh warga kota, dalam membudayakan hidup bersih dan sehat di tengah masyarakat. Payakumbuh sebagai Kota Sehat, pantas diteladani kota/kabupaten lainnya di Tanah Air,” tegas Nanang Besmanto disela-sela kunjungannya di lapangan.

Wawako Syamsul Bahri, dalam acara di aula balaikota, sebelumnya mengekpose program Kota Sehat Payakumbuh yang telah dilakukan sejak tahun 2004 lalu. Payakumbuh punya visi, mewujudkan Payakumbuh sebagai Kota Sehat dan Mandiri, didukung SDM berkualitas, beriman dan bertaqwa. Visi tersebut dijabarkan dengan program-program terpadu pada sejumlah SKPD, tegasnya.

Di Sumatera Barat, menurut Merry, baru Payakumbuh yang sukses merebut Kota Sehat Swastisaba Wistara (pengembangan), merupakan gelar tertinggi dalam penilaian Kota Sehat, setelah tingkat pemantapan dan pembinaan. Sementara di Indonesia, baru empat kota yang meraih tingkat pengembangan bersama Payakumbuh. Tiga daerah lainnya, yaitu Kota Palopo (Sulsesl), Lumajang (Jatim) dan Yogyakarta (DI Yogyakarta).

Jumat, 09 September 2011

Survei CNN: Rendang Terlezat di Dunia

sumber : Padang Ekspres • Jumat, 09/09/2011


Dua hidangan khas Indonesia, rendang dan nasi goreng, untuk saat ini masuk jajaran teratas daftar makanan paling lezat di dunia. Ini berdasarkan survei para pemerhati stasiun berita CNN, yang dimuat di laman CNNGo.

Survei itu dihimpun melalui akun CNN di laman jejaring sosial Facebook. Kepopuleran rendang, yang ada di urutan pertama, disusul nasi goreng mengalahkan Massaman curry asal Thailand yang sebelumnya ditasbihkan jadi makanan paling enak di muka bumi.

Fakta ini juga diamini awak CNN. ”Setelah menjaring lebih dari 35.000 suara, makanan paling enak di dunia bukan Massaman curry, yang kami sarankan. Tapi, hidangan daging berbumbu yang pedas dari Sumatera Barat,” demikian hasil survei yang dimuat situs CNN, 7 September 2011.
Makanan asal Indonesia lainnya, sate juga masuk dalam daftar di urutan 14. Meski menjadi raja, jumlah makanan Indonesia kalah dengan asal Thailand. (jpnn)

WHO BAKAL BANTU PEDAGANG KULINER

sumber : padangekspres.co.id   Berita Kesehatan • Sabtu, 06/08/2011


Organisasi kesehatan dunia atau lebih dikenal dengan sebutan World Health Organization alias WHO, prihatin melihat kondisi gerobak dan tenda yang dipakai para pedagang kaki lima di pasar Payakumbuh.

Bersama Kemenkes RI, WHO meminta pemko Payakumbuh mengajukan proposal, pembuatan gerobak dan tenda seragam untuk pedagang kaki lima. “WHO minta, sebelum Lebaran proposal itu sudah sampai di Jakarta,” kata Kadis Kesehatan Payakumbuh Merry Yuliesday kepada wartawan, Jumat (5/8).

Merry mengaku sudah berkoordinasi dengan Dinas Koperasi UKM Industri Perdagangan dan  Dinas PU Payakumbuh, untuk menyusun perencanaan teknis, guna memenuhi permintaan  WHO dan Kemenkes, di bawah koordinator Asisten II Setdako Yanuar.

Menurut Merry, setelah staf WHO dan Kemenkes beberapa kali berkunjung ke kota itu,  direkomendasi kedua badan kesehatan itu, kuliner malam Payakumbuh  salah satu pusat jajanan serba ada terbaik di Asia Tenggara. “Tinggal lagi, bagaimana menata pedagang, agar mempunyai  fasilitas gerobak dan tenda buat pengunjung yang lebih  indah. Tidak serabutan seperti sekarang ini, beragam antara satu pedagang dengan pedagang lainnya,” ujar Merry Yuliesday.

Masih terkait dengan kuliner malam Payakumbuh, Wagub Sumbar Muslim Kasim ketika berkunjung  Rabu (3/8) malam, sempat menikmati sejumlah menu yang dijual pedagang. Meski sempat terganggu anak punk, namun Muslim cukup menikmati menu pedagang.

Wawako Syamsul  Bahri dan Sekko Irwandi, juga berharap,  agar  pemprov ikut memberikan bantuan dalam penataan kuliner di kota ini. Pasalnya, WHO dan Kemenkes RI, baru menjanjikan sepuluh dari 300-an  pedagang  yang akan  diberi bantuan. (frv)

NAZAR DIPECAT AKTIFIS BOTAK MASSAL

sumber : vivanews.com



Sembilan aktivis yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Sipil Anti Korupsi (Kompak) melakukan aksi cukur rambut sampai plontos di depan gedung Komisi Pemberantasan Korupsi.

Sembilan tokoh yang digunduli yakni, Fadjroel Rahman (Aktivis Kompak), Guru Besar FISIP Universitas Indonesia, Thamrin Amal Tamanggola, KH Maman (Ulama), Dwi Pudjo Soekatmo (pelukis), Ridwan, Firman Abadi (Slankers Indonesia), Pingit Widodo, Iwan Piliang (aktivis media sosial) dan Doto Miharto (Budayawan).

Aksi tersebut dilakukan untuk merealisasikan 'nadzar' (janji) aktivis tersebut yang akan menggunduli rambutnya jika Nazaruddin sudah diberhentikan dari Partai Demokrat dan berhasil dipulangkan ke Indonesia. Sekaligus, sebagai upaya untuk mengingatkan KPK untuk menuntaskan kasus Nazaruddin.

"Sesudah dicukur rambut bisa tumbuh lagi. Jadi disini (KPK), jangan sampai dari botak sampai tumbuh lagi, kasus Nazaruddin belum selesai," kata orator yang juga Pengamat Komunikasi Politik UI, Effendy Ghazali di Kantor KPK, Jakarta, Jum'at, 9 September 2011.

Selain itu, kata Effendy, aksi ini juga dalam rangka memperingati hari lahir Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang jatuh pada tanggal 9 September ini.

Rambut hasil cukuran para aktivis itu nantinya akan dikirim sebagai kado untuk SBY.

Effendy mengatakan, ada sekitar 99 orang yang sudah mendaftar untuk melakukan aksi cukur rambut tersebut, akan tetapi untuk aksi pada hari ini hanya sembilan orang yang akan dicukur.

"Pertama kita akan mulai mencukur dari atas tengah dengan harapan penanganan kasus oleh KPK dimulai elit. Kemudian, langsung dihabiskan ke belakang seperti jalan tol dengan harapan kasus ditangani secara tuntas tanpa halangan," kata Thamrin yang ditunjuk pertama mencukur rambut Fadjroel Rachman. (eh)

Rabu, 07 September 2011

Pekan Budaya Sumbar Bakal Dibuka Jero Wacik

sumber : http://payakumbuhkota.go.id/  07 September 2011


Menteri Budaya dan Pariwisata Jero Wacik, direncanakan bakal hadir di Payakumbuh, untuk membuka Pekan Budaya Sumatera Barat, Minggu (11/9). Selama sepakan, hingga 17 September mendatang, Kota Batiah akan menjadi pusat perhatian warga Sumatera Barat dan para perantau. Selama sepekan itu, berbagai ragam budaya dan iven penunjang lainnya akan ditampilkan di pusat kegiatan, di GOR Kubu Gadang Payakumbuh. Dalam acara pembukaan ini, juga akan hadir sejumlah tokoh perantau Minang, Gubernur Sumbar Irwan Prayitno serta petinggi Sumbar lainnya.

Walikota Payakumbuh H. Josrizal Zain dan Wakil Walikota H. Syamsul Bahri, meminta panitia lokal, terlibat aktif menyiapkan iven kebanggaan warga Ranah Minang ini. Meski alek ini merupakan tanggung jawab Pemrop Sumatera Barat, tapi seluruh jajaran pemko harus punya rasa memiliki untuk menyukseskan Pekan Budaya tersebut. “Kita harus memberikan yang terbaik kepada seluruh peserta dan tamu yang datang ke Payakumbuh,” tegas walikota.

Sekdako Payakumbuh H. Irwandi, SH, ketika memimpin rapat persiapan Pekan Budaya dengan panitia provinsi di Balaikota Payakumbuh, Selasa (6/9), mengatakan, peresmian Pekan Budaya itu tetap akan dilakukan Menteri Jero Wacik. “Hingga sekarang, masih tetap Menteri Budaya Pariwisata Jero Wacik yang akan meresmikannya,” ucap Sekdako.

Sekdako mengajak warga kota untuk menyukseskan kegiatan Pekan Budaya itu, dengan memberikan pelayanan yang baik kepada peserta dan tamu yang datang. Keramahtamahan warga, bakal berdampak positif terhadap dunia pariwisata Payakumbuh ke depan. “Kita lihatkan, warga Payakumbuh adalah warga yang berbudaya Minangkabau,” ucapnya.

Pembukaan Pekan Budaya akan dimeriahkan dengan pawai budaya, yang akan dirancang lebih meriah. Seluruh daerah di Ranah Bundo Kanduang ini, akan menampilkan selmua budaya yang dimiliki. Warga Luak Limo Puluah serta tamu yang datang ke Payakumbuh, bakal menikmati dan terhibur melihat barisan pawai budaya, sebagai cerminan budaya Minangkabau. Rute pawai tersebut, direncanakan, bergerak dari GOR Kubu Gadang menuju Labuh Basilang, Jalan A.Yani, Jalan Sudirman, dan finis di simpang Benteng.

Di tempat terpisah Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Payakumbuh, Drs. Rida Ananda, mengatakan, persiapan pekan budaya tersebut, sudah dimulai dengan pemasangan tenda buat peserta pameran di Kubu Gadang, sejak Senin kemarin. Payakumbuh sebagai tuan rumah, dikatakan, juga sudah menyiapkan tim kesenian dan budaya, guna menghadapi berbagai iven yang akan dilaksanakan.

Lokasi Pekan Budaya Sumbar itu, terpusat di GOR Kubu Gadang. Sejumlah iven yang akan diadakan, dalam rangka memeriahkan pekan budaya, yaitu pameran budaya, pameran seni rupa, pameran produk unggulan daerah yang berbau dengan budaya. Kegiatan lainnya, berupa festival saluang, randai, gamad, gambus serta kesenian tradisional lainnya. Berikutnya, lomba-lomba pakaian adat, tari kreasi minang, baju kurung dan cedas cermat budaya. 


http://payakumbuhtimur.blogspot.com/  
http://payakumbuhutara.blogspot.com/  
http://payakumbuhselatan.blogspot.com/