Jumat, 12 Agustus 2011

NASIB PETANI SAYUA, PUPUAK SULIK MANJUA SUSAH

 
“Iyo malang nasib kami petani sayua ko pak. Alah mandapekkan pupuak sulik, katiko manjua ka pasa Ibuah susah pulo. Acok diusia petugas trantib. (Malang nasib kami petani sayur, pak. Mendapatkan pupuk bersubsidi sulit. Ketika hasil panen sayur di jual ke Pasar Ibuah, susah juga. Sering diusir petugas trantib.”

Nada memelas tersebut dilontarkan, Nasrul, seorang petani sayur di Kelurahan Balai Jariang, Kecamatan Payakumbuh Utara, ketika Wakil Walikota Payakumbuh H. Syamsul Bahri, bertatap muka dengan jemaah Masjid Syuhada kelurahan setempat, Minggu (7/8). Selain persoalan pupuk bersubsidi, dan pemasaran sayur yang mencuat, jemaah juga menyampaikan harapannya, agar pemko memasang traffic light, di pertigaan Simpang Lapangan Mangkudu di Jalan Diponegoro serta minta lampu jalan. Warnet dan kelangkaan minyak tanah, juga menjadi sorotan jemaah.

Kunjungan Wawako Syamsul Bahri di Masjid Syuhada, malam itu, bersama Wakil Ketua DPRD Suhaimy Birran, anggota dewan Ir. Efri, Kadis PU Ir. Muswendri Edvites, Kadis Pertanian Ir. Benny Warlis, MM, Kabag Perekonomian Hendri Refdinal, SE, M.Sc, Camat Payakumbuh Utara Erwan, SIP dan wartawan Padang Ekspres Fajar RV.

Persoalan pupuk, dikatakan Kadis Pertanian Benny Warlis, secara bertahap, petani diajak pemerintah untuk tidak terlalu tergantung dengan pupuk bersubsidi (anorganik-red). Pemakaian pupuk organik lebih diutamakan, karena akan lebih menguntungkan petani. Sementara, soal pemasaran, dikatakan, agar menjual hasil pertanian berupa sayur ke Sub. Terminal Agribisnis (STA) yang sudah ada disetiap kecamatan. “Harga jual di STA, malahan jauh lebih tinggi ketimbang dijual di pasar tradisional Ibuah, ucap Benny Warlis.

Terhadap lampu jalan dan traffic light yang diminta warga, Wawako Syamsul Bahri, langsung perintahkan Kadis PU Muswendri, untuk mencarikan solusinya segera. Menurut wawako, traffic light di Simpang Tanjung Anau, harus menjadi perhatian serius, mengingat arus lalulintas yang kian padat di pertigaan jalan lintas Sumbar-Riau itu.

Kelangkaan minyak tanah, dikatakan Kabag Perekonomian Hendri Refdinal, suplai minyak tanah yang mulai dikurangi untuk setiap agen di kota ini. Karena, warga dimotivasi untuk berpindah memakai gas elpiji. Warnet yang buka tengah malam, disebut wawako, pemko akan menurunkan tim Satpol PP, menertibkan warnet yang buka sampai subuh tersebut. Usai tatap muka, Wawako Syamsul Bahri, menyerahkan bantuan pemko sebesar Rp5 juta untk kelancaran pembangunan Masjid Syuhada yang diterima pengurus masjid Dirson, S.Pd. 

sumber : payakumbuhkota.go.id

Kamis, 11 Agustus 2011

WAKO MINTA SIKAPI POSITIF KUNJUNGAN MENTERI

Kunjungan dua Menteri Kabinet Indonesia Bersatu (KIB II), Menko Kesra Agung Laksono dan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Linda Amalia Sari Gumelar, ke RSUD dr. Adnaan WD, Selasa (9/8), diminta Walikota H. Josrizal Zain, disikapi positif. Walikota meminta pihak rumah sakit untuk menyiapkan proposal pengajuan anggaran ke Menko Kesra.

Saat berkunjung ke RSUD Adnan WD, dikatakan Walikota Josrizal Zain, Kamis (11/8), kedua menteri belum menjanjikan bantuan. Tapi, secara tersirat, keduanya memberikan signal dan menunjukkan kepeduliannya untuk peningkatan fasilitas rumah sakit. “Karena itu, kita harus jeli membaca bahasa isyarat tersebut,” jelas walikota.

Menurut walikota, kedua menteri memberikan apresiasi dengan pembangunan infrastruktur RSUD Adnaan WD. Ketika dilapori, bahwa rumah sakit itu telah mempunyai 16 akreditasi pelayanan serta dikelola berdasarkan badan layanan umum daerah (BLUD), Agung dan Linda Amalia, spontan menyampaikan rasa kagumnya. “Pelayanan ini perlu dipelihara dan ditingkatkan terus pak walikota,” ucap keduanya.

Direktur RSUD dr. Adnaan WD, dr. Herijon, yang dihubungi secara terpisah, mengaku, sudah menyiapkan proposal bantuan untuk kelanjutan pembangunan rumah sakit. Menurutnya, rumah sakit tersebut, bukan lagi sekedar menampung pasien dari Payakumbuh dan Limapuluh Kota saja, tapi juga melayani pasien dari Bangkinang, Riau, dari Tanah Datar dan Agam. Malahan, pihak rumah sakit kewalahan melayani pasien VIP. Pasalnya, ruang VIP sangat terbatas sekali, dengan jumlah pasien yang datang.

Karena itu, sejumlah proposal peningkatan fasilitas atau tambahan ruang sekelas VIP akan diajukan ke pemerintah pusat. Kunjungan kedua menteri tersebut, dikatakan, bakal banyak membantu Payakumbuh untuk mendapatkan kucuran dana dari APBN. Walau begitu, pihak rumah sakit juga akan mencoba merangkul investor membangun rumah sakit ini, katanya. 

sumber : payakumbuhkota.go.id

PAYAKUMBUH TERIMA DANA PNPM RP4,01 M


Kota Payakumbuh terima dana Rp4,01 Miliyar dari pemerintah pusat untuk kegiatan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) 2011. Sejumlah kabupaten/kota di Sumbar, kecipratan dana PNPM sebesar Rp174,7 Miliar. Sementara, Kabupaten Limapuluh Kota memperoleh dana Rp7,9 miliar.

Dana untuk kedua daerah bersaudara itu diserahkan secara simbolis oleh Menkokesra Agung Laksono kepada Bupati Limapuluh Kota Alis Marajo dan Wali Kota Payakumbuh Josrizal Zain di Medan Nan Bapaneh, Nagari Tarantang, Kecamatan Harau, Kabupaten Limapuluh Kota, Selasa (9/8) siang.

Penyerahan dana PNPM juga disaksikan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Linda Agum Gumelar, Gubernur Sumbar Irwan Prayitno, Wawako Payakumbuh Syamsul Bahri, Wabup Limapuluh Kota Asyirwan Yunus, anggota DPR Nudirman Munir dan Azwir Daini Tara.
Selain itu juga hadir tokoh masyarakat Limapuluh Kota Mayjend (Purn) Djasri Marin, Kajari Payakumbuh Tri Karyono, Kapolres Limapuluh Kota AKBP Partomo Iriananto, Kapolres Payakumbuh AKBP S Erlangga, Dandim 0306 Letkol Inf Isdon Handoko, para pimpinan SOPD, camat, wali nagari dan pengurus kelompok tani.

Agung Laksono menjelaskan, dana PNPM Sumbar sebesar Rp174,7 miliar penggunaannya sudah jelas. Sebesar Rp146.3 miliar diperuntukkan buat kegiatan PNPM Mandiri Pedesaan pada 141 kecamatan. Sedangkan sisanya sebesar Rp28,38 miliar, digunakan buat PNPM Mandiri Perkotaan pada 32 kecamatan.
"Dana PNPM Mandiri merupakan hak masyarakat miskin. Tidak boleh ada penyimpangan satu rupiah pun. Kepala daerah harus memastikan, bantuan itu sampai kepada penerima dengan tepat. Sehingga sasaran penanggulangan kemiskinan tercapai," kata Agung Laksono.

Mantan ketua DPR RI ini menambahkan, kegiatan PNPM Mandiri selain untuk fisik juga digunakan untuk pembangunan usaha ekonomi produktif berupa dana bergulir. "Untuk tahun depan, anggaran PNPM akan ditinggkatkan. Kita juga akan integrasikan program pengentasan kemiskinan ke dalam PNPM," ulasnya.
Wali Kota Payakumbuh Josrizal Zain memastikan, pihaknya siap mengawal proses penggunaan dana PNPM Mandiri. "Program prorakyat yang digagas Presiden SBY ini, akan kita kawal pelaksanaannya di tingkat daerah. Apalagi, Payakumbuh sudah komit dengan pengentasan kemiskinan," ujar Josrizal Zain.

Ketua Partai Demokrat Sumbar ini juga meyakini, PNPM Mandiri telah menciptakan berbagai aktivitas yang mendorong berkembangnya perekonomian rakyat. "Sama halnya Program Pembanguan Infrastuktur Pedesaan, PNPM juga telah membuat partisipasi masyarakat miskin dalam pembangunan berkembang," kata Josrizal.
Gubernur Sumbar Irwan Prayitno juga bersyukur atas kucuran dana PNPM Mandiri Perdesaan maupun Perkotaan dari pemerintah pusat. Melalui Menkokesra Irwan berharap, pemerintah juga dapat memperhatikan nasib Sumbar pascagempa bumi 30 September 2009 silam.

Kami tidak bisa membangun tanpa ada bantuan dari pemerintah pusat. Bantuan pemerintah pusat masih sangat diperlukan untuk membangun kembali infrastruktur. Sementara harus diakui APBD Sumbar sangat kecil untuk bisa membangun daerah, ujar Irwan Prayitno.

Sumber : payakumbuhkota.go.id

Selasa, 09 Agustus 2011

JELANG PILKADA 2012


 DEMOKRAT, PAN dan GOLKAR BUKA PELUANG BAGI NON KADER

Sebelum Pilkada Payakumbuh yang akan digelar 2012, tiga partai yang memenuhi syarat untuk mengusung Calon sendiri untuk mengusung Walikota dan Wakil Walikota Payakumbuh Priode 2012-2017 membuka peluang bagi calon non kader untuk maju.

Ketiga Parpol besar tersebut adalah Partai Demokrat, Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Golongan Karya (GOLKAR).

Ketua Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Payakumbuh, Wilman Singkuan, Senin (8/8) mengatakan, pihaknya tidak akan memaksakan pasangan calon dari kader partai pada Pilkada Payakumbuh 2012.

"Jika hasil survei menunjukkan calon yang terbaik bukan dari kader partai, mengapa kita harus memaksakan pasangan yang berasal dari kader. Jika tetap dipaksakan, justru akan merugikan partai sendiri," ujarnya.

Selain Demokrat, Partai Golkar dan PAN juga mempunyai pandangan yang sama tentang calonnya. Alasan ketiga partai tersebut relatif sama, yakni faktor ketokohan calon yang didukung dengan hasil survei objektif ditengah masyarakat.

Ketua Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar, Sudirman Rusma, mengatakan, partainya memiliki mekanisme tersendiri dalam menentukan pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota yang akan diusung tahun depan. Mekanisme itu menurutnya, dimulai dari pendaftaran dan penjaringan bakal calon.

Dia mengatakan, pendaftaran dan penjaringan telah dimulai sejak awal Ramadhan lalu dan sudah ada satu calon yang mendaftar, yakni Almaisar. Pendaftaran serta penjaringan calon akan terus dibuka hingga beberapa bulan kedepan.

Sementara itu, Ketua DPD PAN Payakumbuh Chandra Setipon, mengungkapkan hal yang sama. Menurutnya, sebelum Pilkada Payakumbuh 2012 mendatang DPP PAN akan menurunkan tim survei dari lembaga independen ke Payakumbuh untuk memantau pasangan calon yang memungkinkan untuk diusung.

"Pasangan calon yang akan kita usung tidak akan terlepas dari hasil suvei yang dilakukan DPP PAN melalui Lembaga Independen tersebut," katanya.

Sumber : Singgalang, 9 Agus 2011

Senin, 08 Agustus 2011

Thamrin Manan, SH (Ketua Yayasan Peduli Peristiwa PDRI)


"Selamat Jalan Pak Thamrin.."

Payakumbuh, Padek-Sumatera Barat kembali kehilangan putera terbaiknya. Thamrin Manan, ketua Yayasan Peduli Peristiwa PDRI, mantan hakim, politisi, pengacara, pendiri Yayasan Kebangkitan Islam, Yarsi, dan Sekolah Islam Raudhatul Jannah ini meninggal dunia, Sabtu (16/7), pukul 12.45 WIB di Rumah Sakit Islam Ibnu Sina Payakumbuh. 

Thamrin Manan meninggal dalam usia 77 tahun. Beberapa bulan sebelum meninggal, sosok yang dikenal getol memperjuangkan Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) sebagai Hari Bela Negara ini, sempat mengikuti operasi jantung.

"Sejak operasi jantung, kesehatan bapak memang menurun. Faktor usia juga membuat beliau kerap mengeluhkan sakit," ujar Hj Erlaini, istri Thamrin Manan kepada Padang Ekspres di rumah duka, Kelurahan Koto Baru Balai Janggo, Nagari Koto Nan Godang, Kecamatan Payakumbuh Utara.

Selain meninggalkan Hj Erlaini yang setia merawatnya, Thamrin Manan juga meninggalkan 9 orang putra-putri. Yaitu, Thantawi Jauhari, Yuri Oktavian Thamrin, Muhammad Iqbal, Rina Hayati, Rita Martini, Neni Utama Sari, Eno Roni Perkasa, Ratih Indriyani dan Hanif Thamrin.

Dalam pandangan putranya Yuri Oktavian Thamrin yang merupakan Duta Besar Indonesia untuk Kerajaan Inggris Raya dan Irlandia Utara, serta keponakannya Reza Pahlevi Datuak Rajo Ka Ampek Suku yang anggota DPD RI, sosok Thamrin Manan adalah sosok bapak dan paman yang sangat mereka teladani.

Tidak hanya dalam lingkungan keluarga, Thamrin juga menjadi teladan masyarakat Sumbar dari berbagai kalangan. Sikap Thamrin yang konsisten dalam memperjuangkan PDRI sebagai Hari Bela Negara, membuat Mendagri Gamawan Fauzai menaruh hormat kepadanya.
"Salam hormat saya buat Pak Thamrin Manan yang sejak dulu getol memperjuangkan PDRI sebagai Hari Bela Negara," ujar Gamawan 

Fauzi saat membuka seminar nasional Satu Abad Mr Syafruddin Prawiranegara di Istana Bung Hatta, Bukittinggi, 3 April lalu. Gamawan juga menyampaikan duka cita mendalam, sewaktu meninggal Thamrin telah berpulang.

Ucapan belangsungkawa juga disampaikan Ketua DPD RI Irman Gusman, tokoh nasional AM Fatwa, Gubernur Sumbar Irwan Prayitno, Wali Kota Payakumbuh Josrizal Zain, Bupati Limapuluh Kota Alis Marajo, Bupati Sijunjung Yuswir Arifin, Wawako Bukittinggi Harma Zaldi, Wawako Payakumbuh Syamsul Bahri, dan Kadivre Riau Pos Grup Padang H Sutan Zaili Asril.

"Pak Thamrin Manan adalah tokoh tiga zaman dan tokoh umat. Beliau telah memberi dedikasi yang besar untuk agama, sejarah, pendidikan, kesehatan, politik bahkan hukum. Kepergian beliau, membuat Payakumbuh kehilangan seorang putra terbaik," ujar Josrizal Zain.

Sementara, kolega Thamrin Manan di Yayasan Peduli Peristiwa PDRI Nurberita Ben Yuza dan Ferizal Ridwan menilai, Thamrin Manan sebagai sosok yang memiliki cara berpikir kritis dan konsistensi sikap yang jarang dimiliki orang lain.

Sejak Orde Baru berkuasa, Pak Thamrin sudah kritis. Dia rela meninggalkan jabatan hakim dan Ketua Pengadilan Negeri di Jambi, karena hal-hal yang bertentangan dengan nurani dan prinsip sebagai umat Islam. Saat menjadi pengacara, dia juga lebih banyak menjadi pengacara rakyat, ujar Ferizal Ridwan.

Anggota DPRD Sumbar Dedi Supardi, Wakil Ketua DPRD Payakumbuh Sudirman Rusma, mantan Wakil Ketua DPRD Asmadi Taher, Ketua PBB Payakumbuh Syafril Siq, dan Kepala Raudhatul Jannah Syamsuardi Datuak Majo Indo, menilai sosok Thamrin sebagai sosok yang tidak jemu-jemu memperjuangkan sesuatu yang diyakininya benar. "Beliau sangat konsisten dan gigih dalam berjuangan. Beliau adalah kader Pak Natsir yang peduli dengan perjuangan ummat Islam. Beliaulah yang mendirikan Yayasan Kebangkitan Islam, Yarsi, Raudhatul Jannah, dan LBH Krista," ujar Supardi yang mengaku kader Thamrin Manan.

Soal kritikan-kritikan yang disampaikan Thamrin kepada pemerintah, Wawako Payakumbuh Syamsul Bahri menilai, hal tersebut sebagai bentuk perhatian terhadap jalannya pemerintahan. "Sikap seperti itu juga diperlukan, agar kita tahu di mana kekurangan kita dan apa yang akan kita lakukan selanjutnya. Yang jelas, kita pemerintah kota berduka dengan kepergian Pak Thamrin Manan," ujar Syamsul Bahri.

Thamrin Manan sendiri lahir di Payakumbuh tahun 1934 dari hasil pernikahan pasangan suami-istri Abdul Manan Burhanudin dengan Hj Rabbais. Pendidikannya dilalui di Sekolah Rakyat Koto Nan Gadang, Sekolah Sambungan Bunian, dan SMP 1 Payakumbuh.

Semasa remaja atau meletus Agresi II Belanda, Thamrin pernah bergabung dengan Pasukan Mobile Teras, Fron Payakumbuh Utara, pimpinan Haji Mardisun. Setelah agresi berlalu, baru Thamrin melanjutkan pendidikan di di SMA Birugo, Bukittinggi. Saat itu dia tercatat sebagai Ketua Gerakan Pemuda Islam Indonesia SMA Birugo. Setamat dari SMA atau tahun 1953, Thamrin Manan menimba ilmu di Fakultas Hukum, Universitas Gajah Mada, Jogyakarta. Empat tahun kemudian atau setelah menyandang gelar sarjana hukum, Thamrin diangkat sebagai pegawai Departemen Kehakiman.

Setahun menjadi pegawai Departemen Kehakiman di Jakarta, Thamrin ditunjuk sebagai hakuim Pengadilan Negeri Jambi, hingga kemudian ditetapkan sebagai ketua pengadilan. Empat tahun berada di Jambi, Thamrin ditarik kembali ke Jakarta, sebagai hakim Pengadilan Istimewa Jakarta. Pada tahun 1969, Thamrin Manan memilih mundur sebagai hakim, Kemudian, mendirikan Thamrin Manan Low Office di Jakarta. Selama 21 tahun menjadi pengacara di ibukota negara, Thamrin pulang kampung. Selanjutnya mendirikan LBH Krista dan melatih puluhan sarjana hukum.

Kecuali mendirikan LBH Krista, Thamrin Manan sewaktu tiba di kampung halaman juga mendirikan tiga yayasan. Diantaranya adalah Yayasan Kebangkitan Islam yang kini sedang mempersiapkan kehadiran Universitas Islam Muhammad Natsir. Kemudian, Yayasan Rumah Sakit Islam Ibnu Sina (Yarsi) dan Yayasan Pendidikan Raudhatul Jannah Payakumbuh.

Selain menggeluti dunia hukum dan pendidikan, Thamrin juga berkecimpung di dunia politik. Dia merupakan Panitia Rehabilitasi Partai Masyumi dan deklarator Partai Bulan Bintang di Payakumbuh. Tidak itu saja, Thamrin juga tercatat sebagai anggota DPRD Payakumbuh 1999-2004, DPRD yang terkenal karena memberi impeachment untuk wali kota.

Sebelum meninggal, Thamrin Manan juga aktif dalam gerakan memperjuangkan Mr Syafruddin Prawiranegara sebagai pahlawan nasional. "PDRI telah diakui sebagai Hari Bela Negara, tokoh PDRI Mr Syafruddin Prawiranegera mestinya juga harus diakui sebagai pahlawan nasional," ujar Thamrin kepada Padang Ekspres, April 2010 lampau.

Jenazah Thamrin Manan sampai tadi malam, masih disemayamkan di rumah duka. Ribuan tokoh dan masyarakat, silih berganti datang melayat. Hujan yang mengguyur Payakumbuh kemarin sore, tidak membuat pelayat berhenti datang. Menurut rencana, jenazah Thamrin dikebumikan Minggu (17/7) ini di pandam pemakaman keluarga, Nagari Koto Nan Gadang. Jenazah sedikit terlambat dimakamkan, karena harus menunggu anak-anak Thamrin yang di antaranya berada di London, Inggris. (frv)
sumber : payakumbuhkota.go.id

Galian Pipa PDAM Rusak Jalan A.Yani WARGA MINTA PERBAIKANNYA TUNTAS SEBELUM LEBARAN

Sumber : http://payakumbuhkota.go.id/



Penggantian pipa induk PDAM di ruas Jalan A. Yani Payakumbuh, dari Simpang Labuah Basilang sampai ke Simpang Tugu Adipura, merusak badan jalan jalan utama itu. Walikota Payakumbuh H. Josrizal Zain, didesak warga kota, agar perbaikan jalan dampak dari pemasangan pipa PDAM, rampung sebelum lebaran mendatang.

“Kami minta jalan utama ke jantung kota itu rampung diperbaiki sebelum lebaran nanti, pak Walikota,” ucap H. Monen, jemaah Masjid Muslimin Labuh Baru, kepada rombongan Tim Safari Ramadhan Kelompok I, pimpinan walikota, Sabtu (6/8).


Monen mengaku khawatir, kalau saat lebaran nanti, perbaikan jalan tersebut tidak rampung dikerjakan oleh rekanan pelaksana proyek. Sehingga, Payakumbuh yang sudah terkenal bersih dan tertib, akan dilihat miring oleh perantau yang pulang berlebaran, tambahnya.


Selain Jalan A. Yani yang menjadi sorotan, jemaah juga menyorot hasil razia Tim 7 terhadap warung kopi yang menyediakan tuak, seolah tanpa solusi. “Warung yang dirazia, itu ke itu saja. Tapi, pasca razia, pemiliknya kembali menyediakan minuman tuak,” ucap jemaah. Kemudian, Salman, jemaah tarwih Masjid Muslimin, juga mengkritisi, pelayanan RSUD dr. Adnaan WD yang masih belum maksimal. Pertanyaan pasien sering dijawab ketus perawat dan tanpa senyum manis.


Walikota yang datang bersama Wakil Ketua DPRD H. Sudirman Rusma, Kadishub Drs. Harmayunis, Kabid Bina Marga Zul Arman, ST, Sekretaris Kadisdik Drs. Azwardi, buya Zulkifli dan Kakankemenag, serta Kabag Kesra Mai Aidil dan Kabag Humas Jhon Kenedi, S.Sos, langsung merespon aspirasi warga itu dengan simpatik. Malam itu, jemaah dimanjakan dua tausyiah, diberikan ustad dari Bukittinggi dan ustad Zulkfli dari TSR Payakumbuh. Tim juga menyerahkan bantuan Rp5 juta buat Masjid Muslimin.


“Saya minta Pak Zul (Kabid Bina Marga Dinas PU) melakukan action di lapangan,” tegas walikota menanggapi laporan jemaah. Termasuk membuat perencanaan jalan di depan SDN 21 Labuah Baru yang aspalnya sudah rusak. Menurut Zul, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan provinsi, karena galian PDAM itu, merupakan proyek bantuan APBD Sumbar dan APBN.


Persoalan pelayanan di RSUD dr. Adnaan, menurut walikota sesuatu yang seharusnya tidak terdengar lagi. Karena rumah sakit kebanggaan warga kota itu, sudah memiliki 16 akreditasi pelayanan. “Terimakasih pak, ini akan menjadi catatan Saya, untuk memperbaikinya. Apalagi, direktur rumah sakit ini sudah berganti,” katanya. “Kita akan latih kembali para perawat senyum di depan kaca,” tambah walikota.


Terhadap warung kopi penyedia minuman tuak, menurut walikota, perlu ditinjuau ulang Perda yang mengatur tentang itu, agar ancaman hukumannya benar-benar menimbulkan efek jera bagi pelakunya. “Kami akan tinjau Perdanya bersama DPRD. Tapi, persoalan ini, tidak ada salahnya, juga menjadi pemikiran bagi masyarakat, dengan membuat Peraturan Nagari,” tambah walikota.



Minggu, 07 Agustus 2011

LATINA, CENTRAL PERTANIAN HOLTIKULTURA

Untuk ke-20 kalinya, gabungan kelompok tani di Nagari Lamposi, Kecamatan Latina (Lamposi Tigo Nagari) yang tergabung dalam Sub Terminal Agribisnis (STA) Kelurahan Koto Panjang, mengirim hasil produksi tanaman holtikulturanya ke salah satu mal terbesar di Pekanbaru. Pengiriman ke-20 itu, langsung dilepas Gubernur Sumbar H. Marlis Rahman bersama Walikota Payakumbuh H. Josrizal Zain, dalam acara di STA setempat, Kamis (20/5).

Gubernur Marlis Rahman datang ke Payakumbuh, bukan sekedar melepas tanaman sayuran hasil produksi keltan-keltan di Latina. Tapi, untuk mendorong para petani di Kota Batiah, agar lebih termotivasi dalam mengembangkan pertanian mereka. Seluruh keltan di Payakumbuh, diminta gubernur untuk terus melakukan mitra usaha, dengan para pelaku usaha mikro.

Menembus pangsa pasar modern seperti mall sekelas Makro, bukanlah pekerjaan yang gampang. Selain yang dikehendaki mutu dan kuantitas produksi, pemilik mall juga menghendaki rutinitas dan tepat waktu pemasokan barang. Kalau persoalan ini sudah terpelihara, itu berarti petani Payakumbuh sudah mempunyai sikap mental usaha profesional yang harus dipelihara dan ditingkatkan, katanya.

Keterangan Asisten II Setdako Payakumbuh, Ir. H. Benny Warlis, pengiriman hasil pertanian, aneka ragam sayur-sayuran dan cabe itu, baru mampu disuplay sekitar 2 ton per minggu. Sementara, pihak Makro, mampu menampung sayuran tersebut 2 ton per hari. Malahan, pihak Makro juga berjanji akan memberikan outlet di depan Mall Makro untuk menjual seluruh hasil pertanian kota ini. Peluang ini, suatu saat nanti bakal mampu dipenuhi Payakumbuh, katanya.

Dikatakan, selain menembus mall di Pekanbaru, peluang lainnya juga dilakukan Pemko Payakumbuh dengan Pemkab Tanjung Balai Karimun, Kepri. Pemerintah kedua daerah, sejak dua tahun lalu, sudah mengikat kontrak kerjasama ekonomi, untuk memfasilitasi pelaku usaha mikro di Payakumbuh, untuk memasukkan produksi pertanian dan usaha makanan serta kerajinan kota ini ke Tanjung Balai.

Membawa hasil pertanian dan usaha kerajinan dan produksi industri makanan dari Payakumbuh ke Tanjung Balai Karimun, dikatakan, sudah lancar. Karena, pemkab setempat sudah menyediakan kapal roro, atau kapan ferry dari Pekanbaru menuju Tanjung Balai Karimun, sebutnya.