Sabtu, 20 Agustus 2011

Gaji PNS Naik lagi 10 Persen



Presiden Susilo Bambang Yudhoyono benar-benar menebar optimisme dalam pidato pengantar Nota Keuangan RAPBN 2011 di depan sidang DPR dan DPD di Gedung Parlemen, Jakarta, kemarin (16/8). Meski politik, hukum bergolak dan krisis dunia masih fluktuatif, pemerintah berani memproyeksikan pertumbuhan ekonomi 6,7 persen pada 2012. Target itu lebih tinggi dibandingkan perkiraan tahun ini sebesar 6,5 persen.

Untuk meraih target itu, pemerintah meningkatkan alokasi belanja modal dan memangkas belanja barang pada pos anggaran pemerintah pusat.
Namun, belanja pegawai masih tetap tinggi, terutama untuk menunjang kebijakan kenaikan gaji PNS dan prajurit TNI/Polri sebesar 10 persen.

Dalam RAPBN 2012, belanja modal dianggarkan Rp 168,1 triliun, meningkat Rp 27,2 triliun atau 19,3 persen dibandingkan APBN Perubahan (APBN-P) 2011. Belanja barang dipangkas 1,7 persen dari Rp 142,8 triliun tahun ini menjadi Rp 138,5 triliun. Contoh belanja barang dalam APBN adalah pembangunan gedung dan pembelian kendaraan dinas. Sedangkan belanja pegawai meningkat 18,0 persen, dari Rp 182,9 triliun menjadi Rp 215,7 triliun.

”Peningkatan anggaran belanja modal yang semakin tinggi, kita arahkan untuk menunjang pembangunan infrastruktur, termasuk infrastruktur energi, ketahanan pangan, dan komunikasi, sebagai bagian dari upaya kita untuk mendukung pengembangan dan peningkatan keterhubungan antarwilayah,” kata Presiden kemarin (16/8).

SBY mengatakan, untuk meningkatkan keterhubungan antarwilayah, belanja modal antara lain direncanakan untuk membangun jaringan rel kereta api baru sepanjang 150 kilometer. Juga, mengembangkan dan merehabilitasi 116 bandara dan membangun 14 bandar udara baru. ”Kita ingin menyeimbangkan pembangunan infrastruktur yang lebih merata di seluruh wilayah Indonesia,” kata presiden.

Belanja modal juga bakal dialokasikan untuk pembangunan jalan baru dan peningkatan kapasitas jalan sepanjang 4.005 km. Anggaran negara juga disiapkan untuk pemeliharaan dan perbaikan jalan sepanjang 36.319 km; membangun jembatan baru sepanjang 7.682 meter dan memelihara jembatan sepanjang 217.076 meter di seluruh tanah air.

Secara umum dalam RAPBN 2012, belanja negara dianggarkan Rp 1.418,5 triliun, naik Rp 97,7 triliun atau 7,4 persen dari pagu belanja negara pada APBN-P 2011 sebesar Rp 1.320,8 triliun. Dari jumlah itu, belanja kementerian dan lembaga Rp 476,6 triliun; belanja nonkementerian dan lembaga Rp 477,5 triliun; serta transfer ke daerah Rp 464,4 triliun.

Ada tujuh kementerian dan lembaga yang mendapat alokasi anggaran di atas Rp 20 triliun. Yakni, Kementerian Pertahanan dengan alokasi Rp 64,4 triliun; Kementerian Pekerjaan Umum Rp 61,2 triliun; Kementerian Pendidikan Nasional Rp 57,8 triliun; Kementerian Agama Rp 37,3 triliun; Polri Rp 34,4 triliun; Kementerian Kesehatan Rp 28,3 triliun; dan Kementerian Perhubungan Rp 26,8 triliun.

Seperti tradisi sebelumnya, SBY juga berusaha memikat hati warga dengan kembali mengumumkan rencana kenaikan gaji PNS dalam pidato pengantar Nota Keuangan. Tahun depan, gaji PNS, TNI, Polri, dan pensiunan bakal naik rata-rata 10 persen. ”Pemerintah juga tetap memberikan gaji dan pensiun bulan ke-13 bagi PNS, TNI, Polri dan pensiunan,” kata SBY.

Alokasi anggaran untuk pos gaji dan tunjangan pegawai direncanakan mencapai Rp 104,9 triliun, atau 48,6 persen dari total belanja pegawai sebesar Rp 215,7 triliun. Jumlah itu meningkat Rp 15,2 triliun atau 16,9 persen dari pagunya dalam APBNP 2011. Selain kenaikan gaji 10 persen dan pemberian gaji ke-13, pembengkakan anggaran juga untuk menutup kenaikan uang makan bagi PNS dan uang lauk pauk prajurit TNI/Polri sebesar Rp 5.000 per orang per hari.

Dalam RAPBN 2012 juga dialokasikan pos honorarium, vakasi, dan lembur sebesar Rp 41,6 triliun atau 19,3 persen dari total belanja pegawai. Jumlah ini juga meningkat Rp 10,6 triliun atau 34,1 persen dibanding APBNP 2011. Anggaran kontribusi sosial, atau pos anggaran untuk dana pensiun, dialokasikan Rp 69,2 triliun atau 32,1 persen dari total belanja pegawai.

Di sisi lain, pendapatan negara dan hibah direncanakan mencapai Rp 1.292,9 triliun. Proyeksi ini meningkat Rp 123,0 triliun atau 10,5 persen dari target APBN-P 2011 sebesar Rp 1.169,9 triliun. Dengan belanja negara Rp 1.418,5 triliun, defisit anggaran dianggarkan menjadi 1,5 persen terhadap PDB (Produk Domestik Bruto, red). Jumlah ini lebih kecil dibandingkan defisit anggaran tahun ini yang mencapai 2,1 persen PDB.

SBY mengatakan, peningkatan pendapatan negara bakal menjadi kunci kemandirian negara dalam membiayai pembangunan. ”Pemerintah berkomitmen untuk terus meningkatkan penggalian dan pengembangan sumber-sumber pendapatan negara, baik penerimaan perpajakan maupun Penerimaan Negara Bukan Pajak atau PNBP,” kata SBY.

Penerimaan perpajakan direncanakan mencapai Rp 1.019,3 triliun. Jumlah tersebut tumbuh Rp 140,6 triliun, atau sekitar 16 persen dari target anggaran tahun ini. Dengan proyeksi itu, rasio penerimaan perpajakan terhadap PDB atau tax ratio tumbuh tipis dari 12,2 persen di tahun 2011 menjadi 12,6 persen pada 2012. SBY mengatakan, peningkatan pajak bakal membawa konsekuensi pada pemerintah untuk memberikan pelayanan publik yang lebih transparan dan akuntabel.

Pidato SBY kemarin dianggap sebagian publik hanya dijadikan tebar pesona presiden. Sebab, hingga bertambahnya usia kemerdekaan menjadi 66 tahun, beban utang Indonesia justru terus bertambah. Bahkan, hanya dalam waktu sebulan, utang pemerintah Indonesia menanjak signifikan dari Rp 1.723,9 triliun per Juni 2011 menjadi Rp 1.733,64 pada Juli 2011.

”Artinya, naik Rp9,5 triliun,” kata Ketua Koalisi Anti Utang (KAU) Dani Setiawan saat menggelar demonstrasi di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, kemarin (16/8). Dia menyebut kalau dibandingkan dengan jumlah utang per Desember 2010 sebesar Rp1.676,85 triliun, artinya jumlah utang bertambah Rp 56,79 triliun.

Pada 2011 saja, lanjut Dani, pemerintah menambah alokasi pembayaran utang hingga mencapai Rp 249,7 triliun atau meningkat Rp 35 triliun dari 2010. ”Angka ini jauh lebih besar dari total belanja modal yang notabene merupakan investasi pemerintah dalam APBN P 2011 yang hanya sebesar Rp 136,8 triliun,” tegasnya.

Sementara itu, menurut Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics (Indef) Ahmad Erani Yustika, APBN tidak bisa diandalkan sebagai sumber utama pertumbuhan ekonomi. ”Karena kontribusinya hanya 9 persen saja,” kata doktor ekonomi lulusan University of G’ttingen, Jerman itu

Meski demikian, menurut dia, belanja modal bisa diarahkan untuk memandu sektor swasta untuk bertanam modal. Misalnya di pembangunan infrastruktur. ”Jika infrastruktur dibangun cepat, investasi swasta akan meningkat, dan ini menjadi sumber growth yang besar. Jadi, kata kuncinya adalah efektivitas belanja modal untuk memandu pembangunan ekonomi,” kata guru besar Ilmu Ekonomi Kelembagaan Universitas Brawijaya itu.

Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan, peningkatan belanja modal dan pemangkasan belanja barang merupakan komitmen pemerintah untuk memperbaiki kualitas belanja. Ketua Umum Partai Amanat Nasional itu menambahkan, belanja modal pemerintah akan difokuskan pada pemenuhan kebutuhan infrastruktur dasar.

Di bagian lain, Ketua Fraksi PDIP Tjahjo Kumolo berpendapat, pemerintah perlu melakukan langkah progresif yang revolusioner. ”Pemerintah perlu melakukan reformasi birokrasi yang berani, kebijakan politik anggaran yang tuntas, dan mengoptimalkan potensi perpajakan yang ada,” urainya usai mengikuti pidato pengantar Nota Keuangan RAPBN 2011. Secara umum, kata Tjahjo, dari pidato presiden tersebut masih perlu dibuktikan implementasinya. Dia mencontohkan anggaran pendidikan 20 persen. (sof/fal/dyn/pri/iro/jpnn)

sumber : Padang Ekspres • Rabu, 17/08/2011

17 ORANG PTT TUNGGU KEPASTIAN MORATORIUM

Sebanyak 17 orang Pegawai Tidak Tetap (PTT) yang sudah mengabdi sejak tahun 2005 dilingkungan Pemerintah Kota Payakumbuh akan diangkat menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun ini. Tetapi, proses pengangkatan masih menunggu kebijakan pemerintah pusat terkait moratorium penerimaan pegawai tahun 2011 ini.

Hal itu terungkap dalam Rapat Kerja (Raker) Komisi A DPRD Kota Payakumbuh dengan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Payakumbuh beberapa waktu lalu. Raker yang berlangsung di Ruang Komisi A tersebut dipimpin Ketua Komisi A, Alhadi Hamid dan dihadiri Kepala BKD Kota Payakumbuh, Dra. Ruslayetti, M.Pd beserta seluruh Kepala Bidang.

“Kita memang sudah mengusulkan 17 orang PTT untuk diangkat menjadi CPNS tahun 2011 ini, akan tetapi prosesnya tergantung kebijakan moratorium penerimaan pegawai yang masih digodok oleh pemerintah pusat”, terang Ruslayetti.

Ditambahkan Ruslayetti, pada tahun ini Kota Payakumbuh hanya kebagian kuota penerimaan CPNS sebanyak 67 orang saja. Hal itu sudah merupakan keputusan dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara.

“Tahun ini kuota kita yang disetujui Kemen-PAN hanya 67 CPNS, hal itu menurun jauh dari tahun 2010 yang mencapai jumlah 194 CPNS”, ujarnya sembari mengingatkan kembali bahwa itu semua masih tergantung jadi tidaknya moratorium penerimaan CPNS.

Anggota Komisi A DPRD Payakumbuh, H.Maharnis Zul, S.Pd mempertanyakan upaya serius BKD untuk membina pegawai yang ada di Pemko Payakumbuh. Menurutnya masih banyak pegawai yang kerja bermalas-malasan dan suka ambil muka.

“Masalah pembinaan karier pegawai harap betul-betul dipertimbangkan secara matang dan objektif, karena saya melihat ada sosok pegawai yang berkategori aktif pasif atau suka ambil muka demi mendapatkan jabatan, sementara kinerjanya tidak memuaskan”, tukuk Maharnis Zul.

Menanggapi hal itu, Kepala BKD berjanji akan memperhatikan betul proses pembinaan karier pegawai sesuai dengan yang diharapkan oleh Komisi A DPRD Kota Payakumbuh diatas

ANAK NAGARI KOTO NAN GADANG MERASA TERSANJUNG


Berbuka dg Gubernur dan Walikota

Anak Nagari Koto nan Gadang, Kecamatan Payakumbuh Utara, merasa tersanjung dengan kehadiran Gubernur Sumatera Barat H. Irwan Prayitno dan Walikota Payakumbuh H. Josrizal Zain, bersama rombongan di Masjid Gadan Koto nan Gadang, Kamis (18/8).

Kehadiran gubernur dan walikota bersama sejumlah pimpinan SOPD provinsi dan membawa buya terkenal Sumbar Drs. H. Deflaizar, hadir di Masjid Gadang, bukan sekedar kunjungan Tim Ramadhan. Tapi, ikut berbuka bersama dengan anak nagari Koto nan Gadang di masjid tertua di Koto nan Gadang itu. Rombongan gubernur dan walikota, sejak pukul 18.00 WIB sudah berbaur dengan ratusan anak nagari setempat.

“Terimakasih pak gubernur, terimakasih pak walikota, telah hadir menikmati masakan anak nagari Koto nan Gadang serta bersilaturahim dan shalat taraweh berjemaah dengan kami. Kami sangat tersanjung, dan mudah-mudahan bakal membawa perubahan bagi pembangunan di Koto Nan Gadang ke depan,” ucap Ketua KAN Koto nan Gadang E.I Dt. Rajo Mantiko Alam, SE, dan tokoh masyarakat setempat Ir. H. Reza Pahlevi, MT, saat keduanya didaulat memberi sambutan.

Di depan jemaah Masjid Gadang Koto nan Gadang, gubernur dan walikota, mengajak masyarakat untuk memanfaatkan potensi alam Minangkabau yang kaya dengan potensi alamnya. Angka kemiskinan di provinsi ini yang berjumlah 9% dari total penduduk Sumbar, akan dapat ditekan, jika seluruh warga meninggalkan kebiasaan buruk pemalas.

Pemprop Sumbar dan Pemko Payakumbuh, dikatakan, punya program pemberdayaan masyarakat, untuk mengurangi angka kemiskinan. Di antaranya, melalui program satu sapi satu petani, pemberian modal dana bergulir serta bantuan modal usaha lewat kredit usaha rakyat (KUR). Pemerintah akan menyalurkan bantuan modal usaha terhadap masyarakat yang sungguh-sunguh yang ingin membuka usaha.

Mereka yang pemalas, tetap tak akan dilayani. Karena itu, pengentasan kemiskinan bukan semata tanggung jawab pemerintah, tapi juga keinginan kuat dari warga dimaksud untuk merubah kehidupannnya, tegas gubernur dan walikota. Tim Ramadhan khusus gubernur tu, juga menyerahkan bantuan     Rp9 juta plus 15 Alqur’an buat Masjid Gadang Koto nan Gadang.

 
sumber : payakumbuhkota.go.id

PAWAI HUT RI DIGANTI DG PAWAI BUDAYA SUMBAR

Warga Kota Tak Perlu Kecil Hati.

Warga kota Payakumbuh tidak perlu kecil hati, tidak digelarnya pawai pembangunan dan pawai alegoris dalam perayaan HUT RI ke-66 di Payakumbuh. Biasanya, setiap tanggal 18 Agustus, warga Luak Limopuluah, bakal mendapat hiburan spetakuler berupa pawai. Tapi, sejak dua tahun terakhir, pawai dimaksud urung terlaksana, karena HUT Kemerdekaan bertepatan dengan puasa Ramadhan.

Keterangan Sekdako Payakumbuh H. Irwandi, SH, di Balaikota Payakumbuh, Jum’at (19/8), kekecewaan warga itu akan diobati dengan pawai budaya tingkat Sumatera Barat. Pasalnya, Payakumbuh selama sepekan, mulai 11 sampai 17 September 2011, akan menjadi pusat perhatian, sebagai tuan rumah penyelenggara Pekan Budaya Sumatera Barat. Salah satu iven yang cukup kolosal, berupa penampilan pawai budaya, diikuti seluruh kota/kabupaten peserta.

Pawai budaya dimaksudkan dirancang lebih meriah. Seluruh daerah di Ranah Bundo Kanduang ini, akan menampilkan semua budaya yang dimiliki. Warga Luak Limo Puluah serta tamu yang datang ke Payakumbuh, bakal menikmati dan terhibur melihat barisan pawai budaya, sebagai cerminan budaya Minangkabau. Rute pawai tersebut, direncanakan, bergerak dari GOR Kubu Gadang menuju Labuh Basilang, Jalan A.Yani, Jalan Sudirman, dan finis di simpang Benteng.

Di tempat terpisah Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Payakumbuh, Drs. Rida Ananda, mengatakan, persiapan pekan budaya tersebut, meski puasa Ramadhan, terus berjalan sebagaimana mestinya. Payakumbuh sebagai tuan rumah, sudah menyiapkan tim kesenian dan budaya, guna menghadapi berbagai iven yang akan dilaksanakan.

Lokasi Pekan Budaya Sumbar itu, terpusat di GOR Kubu Gadang. Sejumlah iven yang akan diadakan, dalam rangka memeriahkan pekan budaya, yaitu pameran budaya, pameran seni rupa, pameran produk unggulan daerah yang berbau budaya. Kegiatan budaya lainnya, berupa festival saluang, randai, gamad, gambus serta kesenian tradisional lainnya.

Berikutnya, lomba-lomba pakaian adat, tari kreasi minang, baju kurung dan cedas cermat budaya. Pembukaan Pekan Budaya akan dilakukan Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno. Sejumlah tokoh perantau di perantauan, diinformasikan bakal turut hadir dalam acara pembukaan pekan budaya nanti. 

sumber : payakumbuhkota.go.id

Kamis, 18 Agustus 2011

64 NAPI TERIMA REMISI, 8 LANGSUNG BEBAS DIHARI KEMERDEKAAN

Peringatan HUT RI ke-66 merupakan hari bahagia bagi delapan napi atau anak binaan di Lapas Kelas II B Payakumbuh. Kedelapan anak binaan itu, bagaikan mendapat nikmat Ramadhan, karena dengan pemberian remisi atau pengurangan masa hukuman, langsung menghirup udara bebas. Sementara, 56 dari 182 anak binaan lainnya, juga beroleh remisi yang sama, bervariasi antara 1 sampai 5 bulan.
Penyerahan remisi buat 64 napi itu, dilakukan Walikota H. Josrizal Zain, dalam acara di Lapas Kelas II/B Payakumbuh, usai peringatan HUT RI ke-66, Rabu (17/8).

Acara ini, dihadiri Wawako H. Syamsul Bahri, Ketua DPRD Wilman Singkuan, S.Sos, Sekdako H. Irwandi, SH, seluruh anggota Muspida, Ketua PN Joni, SH, MH, semuanya bersama isteri dan sejumlah pimpinan SKPD serta anggota KNPI.

Diawali dengan laporan kepala Lapas M. Ali Syeh Banna, Bc.Ip, S.Sos, MSi, dikatakan, seluruh anak binaan di Lapas II B Payakumbuh, menjalani pembinaan atau pendidikan seperti di pondok pesantren. Karena itu, seluruh napi, selain diberikan berbagai ketrampilan, buat bekal pasca menjalani hukuman, mereka juga dididik pendidikan agama dan membaca Alqur’an.

Cara pembinaan di Lapas Payakumbuh itu, menjadi model di Sumbar. Lapas Payakumbuh, juga beroleh penghargaan dari Menteri Hukum dan HAM serta Kanwil Hukum dan HAM Sumbar, sebagai Lapas Kelas IIB terbaik di Sumbar. Di samping itu, Lapas Payakumbuh juga beroleh penghargaan dari Kementerian Agama, Pariwisata dan Budaya, Pemuda dan Olahraga, yang mampu memberikan ragam pembinaan agama,budaya dan seni serta olahraga.

Walikota Josrizal Zain yang membacakan amanat tertulis Menteri Hukum dan HAM, Patrialis Akbar, mengajak napi untuk bersyukur dengan pemberian remisi. Pencerminan, selama menjalani masa hukuman, prilaku positif diperlihatkan para napi tersebut. Sikap terpuji itu, seyogianya dipertahankan dan ditingkatkan terus, terutama setelah kembali ke tangah masyarakat.

Di bagian lain, Walikota mengajak, agar publik tidak apriori dengan napi yang kembali ke tengah masyarakat. Mereka harus dibawa sehilir semudik, diberi kesempatan mengembangkan potensinya. Karena, mereka juga telah menjalani pembinaan mental spiritual selama di lapas.

Kedelapan napi yang langsung bebas, setelah mendapat remisi itu, masing-masing, Pendi alias Monen, beralamat Situjuah Limo Nagari, Irwanto (Koto Baru Balai Janggo), Prapet Fernandes (Halaban), Hendra Eka Putra (Koto Baru Balai Janggo), Darius Dt. Paduko Sirajo (Batusangkar), Andra (Lubuk Batingkok), Tomi Putra (Lubuk Batingkok) dan Zulfahmi (Pilubang Harau).

sumber : payakumbuhkota.go.id

Rabu, 17 Agustus 2011

ANAK NAGARI LAMPASI MINTA JALAN BARU JADI SKALA PRIORITAS 2012

Anak Nagari Lampasi, Kecamatan Lamposi Tigo Nagori (Latina), berharap, rencana pembangunan jalan baru dan jembatan yang diusulkan dalam Musrenbang Kecamatan Latina, akhir Februari 2011, mendapat skala prioritas dalam perencanaan pembangunan Kota Payakumbuh, 2012. Pembukaan jalan baru dan jembatan itu, dinilai, punya dampak ekonomi dan mempermudah akses seluruh kelurahan di kenagarian setempat.
Camat Latina Mardius, S.Sos, di Balaikota Payakumbuh, Selasa (15/3), menginformasikan, pembukaan jalan baru dan jembatan itu, berlokasi di tiga kelurahan. Yaitu di Kelurahan Sungai Durian, sepanjang 1.500 meter dengan lebar badan jalan 6 meter. Jalan yang diusulkan, melingkar dalam kelurahan setempat.

Kemudian di Kelurahan Kotopanjang Dalam, sepanjang 1.000 meter dengan lebar badan jalan 6 meter. Jalan ini akan menghubungkan Nagari Lampasi dengan Nagari Piobang, Kabupaten Limopuluah Kota. Selain jalan, keputusan Musrenbang Kecamatan, juga mengusulkan penggantian jembatan gantung dengan jembatan beton. Sehingga, akses transportasi di kedua nagari bertetangga itu makin lancar. Apalagi, di Nagari Piobang, sawah milik anak nagari Lampasi, cukup banyak, mencapai 85 hektar.

Satu ruas jalan baru lagi yang diminta warga, di Kelurahan Padang Sikabu menuju Kelurahan Padang Datar sepanjang 1.000 meter dengan lebar badan jalan 6 meter. Semua lahan yang terpakai buat ketiga jalan baru itu, dikatakan camat, sudah disepakati warga untuk diserahkan tanpa biaya ganti rugi. “Kita jamin, warga tak akan meminta ganti rugi buat pembangunan jalan baru tersebut,” tegas camat.

Menurut Camat Mardius, untuk memperlancar pembukaan ketiga ruas jalan baru dan jembatan itu, pihak KAN Lampasi bersama LPM kelurahan terkait serta tokoh masyarakat setempat, mengusulkan kepada pemko, agar pekerjaannya dilakukan lewat kegiatan TNI Manunggal Membangun Pedesaan (TMMD) 2012. Meski belum final, rencana kegiatan TMMD itu, sudah dijajaki pihak Kodim 0306/50 Kota. Pekan lalu, Dandim Letkol Inf. Isdon Handoko, didampingi Ketua DPRD Wilman Singkuan, S.Sos, Dan Ramil 01 Kapten Sunarko, sudah turun ke lapangan,” jelas camat. 

sumber : payakumbuhkota.go.id

Jumat, 12 Agustus 2011

TIGA MASJID DI PAYAKUMBUH DAPAT KUNJUNGAN PEMPROV SUMBAR

Tiga masjid di Kota Payakumbuh, beroleh berkah Ramadhan. Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, menurunkan tiga Tim Ramadhan ke kota ini, Rabu (3/8) dan Kamis (18/8) pekan berikutnya. Kunjungan tim, bukan sekedar bersilaturahim dengan jemaah, tapi juga membawa buah tangan, berupa bantuan dana segar dan kitab suci Alqur’an serta tafsir.
 
Keterangan Sekdako H. Irwandi, SH, didampingi Kabag Kesra Mai Aidil, S.Sos, di Balaikota di Bukik Sibaluik Payakumbuh, Selasa (2/8), ketiga masjid yang dikunjungi tim provinsi, Masjid Baitul Kharim di Kelurahan Padang Tangah Payobadar, kecamatan Payakumbuh Timur, Masjid Ubudiyah di Kelurahan Balai Panjang, Kecamatan Payakumbuh Selatan, dan Masjid Gadang di Kelurahan Balai Gadang di Kecamatan Payakumbuh Utara.
 
Sesuai jadwal, Tim Ramadhan ke Masjid Baitul Kharim, dipimpin Kopertis X dan di Masjid Ubudiyah dipimpin Wagub Muslim Kasim, Rabu (3/8). Sedangkan, ke Masjid Gadang Koto nan gadang, tim langsung dipimpin Gubernur Sumbar Irwan Prayitno, 18 Agustus mendatang.
 
Masjid yang dikunjungi tim, disebut sekdako, akan beroleh bantuan lumayan besar dari Pemprov Sumbar. Tahun lalu, masjid yang dikunjungi beroleh bantuan Rp7,5 juta plus 25 buah Alqur’an/tafsir. Mudah-mudahan, tahun ini jumlah bantuan pemprov akan lebih besar lagi, sebut Irwandi. Selain itu, tambah sekdako, jemaah bisa menyampaikan aspirasinya kepada gubernur, menyangkut arah pembangunan Sumbar ke depan.

sumber : payaumbuhkota.go.id